Search This Blog

Total Pageviews

Advertisement

Labels

Blog Archive

CITIZENS DEMOCRATIC PARTICIPATION

🇵🇬



By Scott Waide:
____________________
Dear Prime Minister,
_______,,,,
Our government has to admit the fact that there is a glaring imbalance between Papua New Guinean and foreign ownership of businesses. We own very little in our country.
_______,,,,
The retail, wholesale and real estate in our towns and cities are controlled by Chinese interests. We own almost nothing in the logging industry. It is, as we all know, controlled by Malaysian interests.
_______,,,,,,
There is an increasing push by (new) Chinese business owners who are buying up National Housing Corporation (NHC) properties and forcing out Papua New Guineans – YOUR people – on to the streets.
_______,,,,,
There is no strong legislation that prevents 100 percent foreign ownership of property and land. We need those laws in place now. We need the political will to do it. Now.
_______,,,,,,
The justice system can’t protect our people. They don’t have the money to fight long protracted legal battles… …and the syndicate – yes, syndicates – know this and they take advantage of it.
_______,,,,,,
Recently, local people along the North Coast of Madang protested against a sand mining proposal. The people associated with the sand mining company have also evicted families from NHC properties in Madang. It is no secret. It was reported by the media.
_______,,,,,,
Take Back PNG must not remain a political slogan for elections. The people must live it.
________,,,,
I am calling for legislation that protects the social and economic rights of our people. I want lower taxes (or no taxes at all) for struggling SMEs. Give them tax holidays like the government did for RD Tuna and the petroleum sector. Give them REAL financing. Not a figure on paper they can’t access.
_______,,,,,,,
We want shop spaces in the center of our towns and cities. Give it to us. This is our country. We want what is ours. If the laws don’t allow it. Change the laws to suit our people’s needs. We cannot continue to exist on the fringes of a large Pacific economy that boasts a ‘healthy’ GDP yet cannot show it in the impact on the lives of our people.
_______,,,,,,,
Tax the alcohol companies. They contribute to the widespread abuse and the violence associated with it. Our society is not mature enough to allow the widespread consumption of alcohol. Tax the cigarette companies. Make them all pay for the ill health of our people. We are not taking back PNG by allowing these cancers to continue untreated. We are in fact, selling off PNG’s future.
_________,,,,,,
Reduce the cost of medical treatment at the private clinics and hospitals. Reduce the cost of dental care. It’s UNAFFORDABLE. How can a papa or mama in the village afford K500 for a tooth extraction.
_________,,,,,,,
Dear PM,
__________,,,,,,,
Give your people the means to look after themselves. Give your people the means to pay for their children’s education so they don’t become enslaved by politicians who peddle election policies that don’t really serve our people.
________,,,,,,
We don’t want to be dependant on government. We want to make our own money. Wealth in the hand of its people is real wealth.
________,,,,,,
We demand preferential treatment for US.
Our resources. Our Country. We deserve more.

PENAMPILAN DAN GAYA TIDAK MEMBAWA PENGARUH, SALUTE PADA-MU IBU TERCANTIK TERHEBAT

"Wisuda Sambil Menggendong Anaknya.

Gadis cantik seperti emas West Papua yang berasal dari Vanuatu itu menggendong anaknya ketika menerima tanda wisuda tanpa relah membiarkan anaknya. Acara wisuda tersebut di saksikan oleh wisudawan/i, Dosen", orang tua wisudawan/i terutama tamu undangan.

Pesan terakhir yang di sampai kan oleh dosen kepada gadis itu di depan seluruh orang Vanuatu bahwa; Anda, Gadis Melanesia pertama yang berani menetapkan sejarah baru di telapak kaki orang asli Melanesia dan kami membanggakan Anda yang berani mengilustrasikan kewajiban sebagai seorang Perempuan Melanesia yang berani menanggung kewajiban itu secara universal.

Para undangan yang hadirin pun memberikan berbagai macam apresiasi sebagai tanda kebanggaan, ucapan atas keberhasilannya dan terutama sejarah baru yang ia menetapkan di telapak kaki orang Melanesia.

Kini orang Melanesia pun dapat memberikan manfaat baik kepada dunia untuk di ketahui dan melakukan, sebab ilustrasi nyata yang di lakukan gadis Melanesia secara universal.

Repost Coretan Kawan Aktivis.

Sad but REAL: Richest in Resources but Not Richest Country in Oceania


Why PNG is not amongst the richest countries in Oceania although endowed with vastness of resources. The top 10 richest countries in Oceania are;

1. Australia
2. New Zealand
3. Palau
4. Marshall Islands
5. Tonga
6. Federated States of Micronesia
7. Kiribati
8. Samoa
9. Nauru
10. Fiji
Now look at PNG's profile. What we have and enjoyed, they don't but we are not included on the list. Lets see who PNG is;
1. 11th largest producer of LNG
2. 20th biggest supplier of Gold
3. 18th biggest coffee producer
4. 12th biggest cocoa producer
5. 7th largest Palm oil producer
6. 7th largest copra producer
7. 5th largest vanilla producer
8. 2nd largest exporter of Round Logs
9. Supplies 25% of world Tuna fish
10. 3rd largest rainforest
11. Tropical wilderness and ecological goldmines that contains 5% of the world's diversity in less than 1% of the worlds total land area
12.With 8 operational mines
After 46 years, shy is PNG not advancing forward?
We are practically living off borrowed money , independent BUT still DEPENDENT .
Picture captioned : OK Tedi Mine Pit

J. Rumbiak: Terimakasih2dan Selamat Beristirahat Bapak Zadrach Wainggai

Thank you kaka tuan Dr. Jacob Rumbiak

BAPA ZADRACH WAINGGAI , TEMPAT MENYIMPANG DAN MENYELAMATKAN GERERASI JOSUA TERDIDIK PAPUA MENGANTARKAN BANGSANYA MENUJU PINTU GERBANG EMAS KEMERDEKAAN.

By / Oleh : Jacob Rumbiak.

04 Juni 2022.

Bapak Zadrach Wainggai adalah orang tuan kandung dari adik Herman Wainggai satu dari sekian banyak generasi muda pejuang kemerdekaan Rumpung Bangsa Melanesia di wilayah geografis Papua Barat. Selain tuan Herman, Bapa Zadrach memilik anak-anak di bawahnya Herman (adik-adik dari tuan Herman Wainggai).

Tepatnya jam 04:00 am/pagi dini hari Sabtu, 4 Juni  2022,  saya memperoleh kontak dari seorang keluarga terdekat keluarga Wainggai bahwa satu jam yang lalu artinya jam 03:00-an pagi hari Sabtu dini hari Bapa terkasih Zadrak Wainggai telah dipanggil Tuhan pulang ke Rumah Tuhan. Ketika berita tersebut saya terima, saat itu pula saya hanya bisa terdiam dan merenungkan betapa besar, dalam dan luas peran kunci Yang Terhormat Bapa Zadrak Wainggai dalam perjuangan rakyat bangsanya. Dalam keadaan terdiam saypun hanya bisa mengiringi perjalanan beliau ke rumah Bapa di seberang sana lewat doa dan air mata.

Bapa Zadrach Wainggai adalah Putera TERBAIK milik rakyat bangsanya, beliau adalah sorang kepala rumah tangga, suami dari istri terkasihnya, bapa bagi ana-anaknya, tete/kakek dari cucu-cucunya. Selain itu beliau telah ditentukan Tuhan sebagai alatNya Tuhan untuk MENYIMPAN, MENYEMBUNYIKAN DAN MENYELAMATKAN sekian banyak generasi Josua Papua terdidik yang hari ini sedang berada memimpin berada di garda terdepan mengantar rakyat bangsanya menuju dan memasuki Pintu Gerbang Kemerdekaan.

Bapa Zadrach Wainggai, anak sangat mengagumi kesederhanaanmu, cara kerjamu pun tidak kelihatan, juga tidak berbunyi, namun kerjanmu telah menghasilkan dedaunan hijau dengan buah  yang  lebat dimana kini banyak orang sedang merasakannnya tetapi mereka tak mengetahui dari mana asalnya SUMBER SUPLAI makanan yang menumbuhkan dedaunan hijau dan buah segar tersebut?  Jawabnya: Asal sumber suplai adalah AKAR Pohon dan dia adalah Yang Terhormat Bapa Zadrak Wainggai.

Doa kami seluruh rakyat bangsamu kiranya Roh Kudus memberikan kekuatan kepada Nyonya / Mama Wainggai Karubaba, anaknya  Adik Tuan Herman Wainggai, adik-adiknya serta seluruh keluarga besar Wainggai Karubaba dalam dan luar negeri (di mana semuanya berada).

Bapa Wainggai Yang Terhormat, sekalipun bangsamu memiliki uang setinggi langit, emas mutiara dan benda-benda berharga lainnya seluas bumi kita ini tidak setimpal dengan nilai patriotisme Bapa. Yang bisa seluruh rakyat  bangsamu menghadiahkan kepadamu hanyalah Ungkapan Terimakasih serta  Doa kami mengiringi kepergianmu menuju Rumah Bapa deseberang Sana Sorga Merisi Sekali lagi Terkasih.  Kebesaran namamu, karya karsa dan cita rasa jasa serta pengabdian Bapa Wainggai telah terpatri dalam lembaran sejarah perjuangan Bangsa Melanesia di Wilayah Geografis kita Papua Barat untuk dikenang sepanjang masa.

Selamat Jalan Pahlawan Bangsa Melanesia Papua Barat, beristirahatlah dalam kedamaian abadi bersama Tuhan kita Yesus Kristus di Pusat Kota Allah.  Amin.

George Saa dan Kondisi Bangsa Papua di dalam NKRI

Amerika di mata saya adalah land of immigrant. Sekarang lebih di kenal land of freedom atau land of the braves. Sekarang dia menjadi negara adidaya. Dunia ini dia majukan dengan sejumlah inovasinya. Tokoh pribumi di tanah Amerika sudah habis dan yang tersisa mereka banyak yang hidup di area konservasi. Hidupnya di atur UU Federal. 

Apakah ada mereka, orang Pribumi, Indian yang pernah menjadi kaki tangan orang putih menjadi agen untuk memata-matai bahkan menjadi penerjemah untuk kepentingan colonizer atau settler? Tentu. Apakah nasib keturunan mereka yang kerjasama ini jauh lebih baik dari mereka yang memilih melawan? Sejarah mencatat kalau nasibnya sama. 

Sejarah selalu berulang dalam garis waktu yang berbeda. 

Mari berkaca untuk kita orang Papua. Sebelumnya, mari bicara Fisika dan penelitiannya. Antigravitasi sangatlah bukan topik yang muda untuk di teliti atau melahirkan penemuan dengan practical used hari ini.

Menurut seorang ahli Fisika, penelitian atau topik penelitian dan penentuannya harus di dasarkan solusi yang bisa atau mungkin di susun berdasarkan berbagai solusi yang sudah ada. Artinya, Solusi akan melahirkan solusi-solusi lain. 

Orang Papua ingin solusi damai. Mengapa? Solusi damai akan melahirkan solusi damai lainnya. Solusi daerah otonomi baru sampai saat ini telah membuktikan bagaimana perpecahan dan segregasi di antara etnis-etnis Papua makin widening. Ini yang orang Papua tidak mau.

Orang Papua sadar bahwa mereka sedikit dan pertumbuhan populasi mereka juga sangat pelan. Mereka rasa harus ada yang di hentikan agar tatanan mereka bisa mereka atur. Mereka sadar bikin DOB itu memperbesar peluang bukan saja capital inflow namun juga influx of people masuk ke Papua. Disini, yang sudah jumlahnya sedikit dan merasa makin terdesak, orang Papua sadar akan masalah besar yang akan dialaminya ketika DOB langgeng terjadi. Kan begitu, singkatnya.

Ini makanya penolakan terjadi. Buka  orang papua takut perubahan atau menolak perubahan. Orang Papua sudah tahu pijakan hidupnya ini sudah dipaksakan untuk di lepas dan makin kabur arah dan tujuan kehidupan bersama dan bersatunya sehingga ada perasaan, mereka harus stop dan rethinking prioritas kolektif mereka. Mereka lebih tahu kebutuhan mereka bukan pemekaran.

Mengapa Jakarta(simbol Indonesia NKRI) merasa lebih tahu apa yang ada dalam benak dan pemikiran serta prioritas hidup orang papua? Ini namanya paksa tau atau orang Sorong bilang sok tau.

Kita memang ada istilah kepala suku. Benar. Namun, itu gelar di kasih untuk orang berwibawa yang hidup untuk kasih makan orang banyak. Bukan kepala suku pukul dada katakan dia kepala suku lalu bicara mewakili sukunya atau bahkan mengatasnamakan suku menyampaikan apa yang ia pribadi mau. Bukan yang menjadi keinginan dan kekuatiran sukunya yang sampaikan.

Juga, jabatan politik itu bukan langsung otomatis anda tokoh. Jabatan organisasi bukan berarti anda tokoh muda atau tokoh tua  Eh maaf tidak ada tokoh tua... yang ada tua adat😁 

Jadi saya pikir ada yg salah dalam attitude dan cara berpikir manusia modern Indonesia dan orang papua intelektual. 

Juga poin penting yang perlu saya tekankan begini. Politik itu alat atau tools untuk mendorong kemajuan society. Agar jangan ada yang kaya sekali bahkan keterlaluan dimana lebih banyak yang lapar bahkan untuk bekerja agar tidak laparpun tidak bisa gitu loh. Politik di pakai untuk mengatur kepentingan orang banyak. Bukan kepenting kelompok dan individu. Kalau tidak percaya buka buku dan baca ulang filosofi politik. 

Mengapa kita tidak boleh menerlantarkan kepentingan orang banyak? Karena mereka akan memberontak. Anda yang kaya bisa saja di usir dari tanah anda sendiri. Tra percaya? Lihat diktator-dikator yang adalah anak pribumipun harus mencari perlindungan di negara lain ketika terjadi revolusi.

Revolusi itu terjadi karena apa yang dialami mayoritas orang dalam society sama dan mereka jenuh dan marah dan gabung jurus serta kekuatan untuk melawan sistim yang ada. Cara yang ada tidak lagi di rasakan bersama sedang tidak menghidupkan. Ya, memang politikal intervensi atau antisipasi itu sering di aplikasikan untuk meredam dan memecahkan sebuah persatuan yang murni di bangun karena kerinduan akan perubahan. 

Ini makanya sistim yang di pakai adalah pencitraan dan memberi makan kepala-kepala. Tak heran orang-orang berlomba untuk menjadi kepala ini, ketua ini, pimpinan ini dan posisi-posisi penting lain karena hal ini mendorong mereka menjadi bagian pertama mata rantai ekonomi ataupun bagian penting yang perlu di kasih makan. Di kasih makan oleh sistem yang di kontrol oleh hanya segelentir penguasa agar tatanan yang ada terjaga dan kenyamanan mencetak harta dapat berlipat ganda. Kalau ada yang bilang, "yah itu realita bro" kepada saya, maka saya akan katakan selamat sudah. Anda su terhasut setan "ketua" atau kerasukan hantu kepala.

Sy ingin sekali protes dan sebut nama mereka yang saya kritik namun kasihan juga. Protes atau kritik itu dua arah atau pedang bermata dua.

Masih ada cara lain untuk mengadakan perubahan. Masalahnya kan hanya di bagian menginvestasikan waktu untuk berpikir keras menjawab masalah yang ada dan getting reward untuk solusi yang anda atau saya berikan untuk orang banyak tanpa harus jadi kepala atau ketua atau kepala ketua😆. Use your imagination to treat your reality in a different way.

SARV woman rescued

May 4, 2022The NationalMain Stories

The old woman showing injuries to her hands.
By ROSELYN ELLISON and AILEEN KWARAGU
AN elderly woman was tortured to near death in Gazelle’s Reimber-Livuan in East New Britain in a sorcery-accusation related violence (SARV) in February.
New Guinea Islands commander Assistant Commissioner Perou N’Dranou said police rescued the woman who had been in the hospital until recently where she was kept in an unknown location for her safety.
“We could not investigate immediately due to her traumatised state,” he said.
“She is not communicating with police yet. We are using third parties to communicate with her.”
N’Dranou said the identities of the torturers were known and when the woman and her family members “feel safe”, then they would be helping police in investigations.
“The woman needs an expert to look into her welfare as she is still traumatised,” he said.
“Like all sorcery allegations in Papua New Guinea, the grieving family members of the deceased vented their frustrations on the weakest member of the village.
“In this case, the old woman was tortured.”
An elderly woman from Vunaiting ward in the Ramalmal area of Gazelle’s Reimber-Livuan local level government in East New Britain was tortured by the group of men because they suspected her of practising sorcery.
According to a relative who wish to remain anonymous, the torture occurred in February.
“The torturers forced the woman to confess that she was the one who used sorcery to kill their relative,” the relative said. “The police were alerted and a police unit from Rabaul rescued her.”
In Port Moresby, National Capital District governor Powes Parkop said elected lawmakers must address gender-based violence (GBV) and SARV woes in the country.
“Therefore, political parties and election hopefuls for the coming 2022 general election must state their stand on the grave long-standing social issue that affects communities,” he added.
Speaking in a media conference called by the Papua New Guinea Council of Churches and the Special Parliamentary Committee on GBV yesterday, Parkop said those contesting in election should include addressing GBV and SARV issues as their priority agenda for governance.
He said those elected in the election should not allow themselves to be pushed around in Parliament but instead fight for solutions on challenges faced by communities.
“They should also have a clear understanding of the economic, social, health, youth problems, the infrastructures and human rights issues,” he said.

West Papua is part of PNG

2022 NGE - It is here. After 10 Parliaments of independent and sovereign PNG, we begin to count the costs.

West Papua is part of PNG. 

 Late Fred Mambrasar coined the Papuan world - view called ' Sorong - Samarai in order to escalate a clear foreign policy prescription on West Papua.

2022 NGE happens in days time. Prime Minister James Marape raised the West Papua issue at the 76th UN General Assembly session last year, 2021.

This year, 2022, PNG on Prime Minister James Marape's watch signed 31 MOUs with Indonesia to increase the content of PNG/Indonesia bilateral relations.

The closest West Papua got to in the internationalisation of the independence struggle on PNG soil was at the MSG Leaders Summit held in Port Moresby, 2018.

We congratulate Prime Minister Peter O'Neill for the high definition of Melanesian consciousness as it peaked, and awakening cascading clearly into the future.

ULMWP President Benny Wenda attended alongside other Heads of States from the 6 Melanesian Spearhead Group or MSG member countries.

Wenda was given Head of State protocol treatment in his own right.

Late Fred Mambrasar was optimistic the script could be escalated better, with PNG leading the way from 2018 into the future.

PNG's 11th Parliament commences in August, 2022. It is 3 months away. The political system in the country gets a new leash on life, regenerated.

West Papua is in the same house.

Least we forget. Papua tetap merdeka.